Oleh : Andri Sanutra
NIM : 12095635
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/trendtek/elektronika/11/04/30/ikgiba-di-hack-jaringan-sony-playstation-sony-mati
REPUBLIKA.CO.ID – Sony mengumumkan
bahwa pemilik PlayStation sementara ini tidak bisa menjalankan game online,
setidaknya sampai rabu pekan depan (4 Mei 2011), menyusul pembobolan keamanan
besar-besaran yang dilakukan oleh hacker (peretas).
Dalam update terbaru blog
PlayStation, seperti dilaporkan Telegraph, Sony mengatakan, “pekerja kami
tengah bekerja sepanjang hari untuk memulihkan kembali operasi perangkat itu
secepat mungkin, dan kami berharap bisa memberi beberapa perbaikan kedepan yang
berjalan selama sepekan sejak kemarin.” Jarigan PlayStation dan layanan
streaming musik Qriocity telah terhenti sejak 20 April 2011, ketika pembobolan
terdeteksi. Peretas mencuri rincian data pribadi yang dimiliki oleh 77 juta
pengguna PlayStation termasuk nama, alamat, alamat email, tanggal lahir, kata
kunci dan data akun kartu kredit. Juru bicara Sony mengatakan saat ini telah
mulai memindahkan infrastruktur datanya ke tempat yang baru, yang lebih aman
terkait pembobolan itu. “Kami ingin semuanya menjadi sangat jelas bahwa kami
hanya akan memulihkan operasi out ketika kami yakin bahwa jaringan itu aman.”
Tambahnya.
Sony juga mengakui bahwa data pribadi yang dicuri tidak
terenkripsi, dimana pakar keamanan telah menduga sejak pertama kali pembobolan
itu terungkap pada selasa (26/4). “Data tabel personal, yang mana merupakan
seperangkat data terpisah, tak terenkripsi, tetapi tentu saja berada dibalik
sistem keamanan yang sangat canggih yang bobol lewat serangan berbahaya,”
katanya.
Joseph Bonneau, seorang peneliti dari laboratorium
Cambridge mengatakan bahwa kata sandi itu secara khusus harusnya dienkripsi,
karena para pengguna sering menggunakan kembali kalimat yang mudah diingat
untuk banyak layanan. Bruce Schneier, chief security technology officer di BT
dan pakar kriptologi dunia sepakat. Ketika ditanya apakah Sony seharusnya tahu
lebih baik, ia berkata, “pasti’.
Sementara itu di Inggris, komisioner informasi
Christopher Graham mengatakan dirinya akan meminta informasi lebih mengenai
ruang praktek penyimpanan data Sony sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan
penegakan dibawah pakta perlindungan data.
Analisa:
·
Kasus diatas terjadi karena kecerobohan Sony dengan tidak melindungi
data-datanya dengan enkripsi.
·
Langkah Sony memindahkan data-datanya setelah terjadi pencurian saya rasa
terlambat. Seharusnya Sony telah memikirkan keamanan datanya saat ia membuat
jaringan tersebut.
·
Dari berita diatas, dapat disimpulkan bahwa ada kesalahan/kelemahan dalam
jaringan yang digunakan Sony. Menutur saya, hal itu sangat fatal, karena
jaringannya dipakai secara online oleh pengguna PlayStation diseluruh dunia.
Saran:
·
Daripada mengembangkan jaringan sendiri, akan lebih baik jika Sony bekerja
sama dengan perusahaan-perusahaan pembuat/pengelola jaringan yang dapat
dipercaya. Saya rasa hal ini akan lebih baik karena perusahaan pembuat jaringan
yang profesional tentunya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih
tentang rancang bangun dan tata kelola jaringan berikut dengan tata cara
pengamanannya.
·
Hacker akan selalu ada, dan akan selelu mencoba menjebol keamanan jaringan
seberapapun kuatnya. Jadi, menurut saya, ada baiknya jika Sony mengembangkan
suatu sistem yang dapat mendeteksi secara dini jika ada yang ingin meng-hack
jaringannya.
·
Ada baiknya juga jika Sony mempekerjakan seorang atau beberapa orang
hacker profesional. Hal ini mungkin dapat membantu, karena tidak ada yang lebih
tahu bagaimana hacker bekerja kecuali hacker itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar