Senin, 21 Mei 2012

Studi Kasus: Pencurian Data Server Sony Playstation

Oleh       : Andri Sanutra
NIM       : 12095635
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/trendtek/elektronika/11/04/30/ikgiba-di-hack-jaringan-sony-playstation-sony-mati

REPUBLIKA.CO.ID – Sony mengumumkan bahwa pemilik PlayStation sementara ini tidak bisa menjalankan game online, setidaknya sampai rabu pekan depan (4 Mei 2011), menyusul pembobolan keamanan besar-besaran yang dilakukan oleh hacker (peretas).

Dalam update terbaru blog PlayStation, seperti dilaporkan Telegraph, Sony mengatakan, “pekerja kami tengah bekerja sepanjang hari untuk memulihkan kembali operasi perangkat itu secepat mungkin, dan kami berharap bisa memberi beberapa perbaikan kedepan yang berjalan selama sepekan sejak kemarin.” Jarigan PlayStation dan layanan streaming musik Qriocity telah terhenti sejak 20 April 2011, ketika pembobolan terdeteksi. Peretas mencuri rincian data pribadi yang dimiliki oleh 77 juta pengguna PlayStation termasuk nama, alamat, alamat email, tanggal lahir, kata kunci dan data akun kartu kredit. Juru bicara Sony mengatakan saat ini telah mulai memindahkan infrastruktur datanya ke tempat yang baru, yang lebih aman terkait pembobolan itu. “Kami ingin semuanya menjadi sangat jelas bahwa kami hanya akan memulihkan operasi out ketika kami yakin bahwa jaringan itu aman.” Tambahnya.

Sony juga mengakui bahwa data pribadi yang dicuri tidak terenkripsi, dimana pakar keamanan telah menduga sejak pertama kali pembobolan itu terungkap pada selasa (26/4). “Data tabel personal, yang mana merupakan seperangkat data terpisah, tak terenkripsi, tetapi tentu saja berada dibalik sistem keamanan yang sangat canggih yang bobol lewat serangan berbahaya,” katanya.

Joseph Bonneau, seorang peneliti dari laboratorium Cambridge mengatakan bahwa kata sandi itu secara khusus harusnya dienkripsi, karena para pengguna sering menggunakan kembali kalimat yang mudah diingat untuk banyak layanan. Bruce Schneier, chief security technology officer di BT dan pakar kriptologi dunia sepakat. Ketika ditanya apakah Sony seharusnya tahu lebih baik, ia berkata, “pasti’.

Sementara itu di Inggris, komisioner informasi Christopher Graham mengatakan dirinya akan meminta informasi lebih mengenai ruang praktek penyimpanan data Sony sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan penegakan dibawah pakta perlindungan data.

Analisa:
·         Kasus diatas terjadi karena kecerobohan Sony dengan tidak melindungi data-datanya dengan enkripsi.
·         Langkah Sony memindahkan data-datanya setelah terjadi pencurian saya rasa terlambat. Seharusnya Sony telah memikirkan keamanan datanya saat ia membuat jaringan tersebut.
·         Dari berita diatas, dapat disimpulkan bahwa ada kesalahan/kelemahan dalam jaringan yang digunakan Sony. Menutur saya, hal itu sangat fatal, karena jaringannya dipakai secara online oleh pengguna PlayStation diseluruh dunia.

Saran:
·         Daripada mengembangkan jaringan sendiri, akan lebih baik jika Sony bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan pembuat/pengelola jaringan yang dapat dipercaya. Saya rasa hal ini akan lebih baik karena perusahaan pembuat jaringan yang profesional tentunya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang rancang bangun dan tata kelola jaringan berikut dengan tata cara pengamanannya.
·         Hacker akan selalu ada, dan akan selelu mencoba menjebol keamanan jaringan seberapapun kuatnya. Jadi, menurut saya, ada baiknya jika Sony mengembangkan suatu sistem yang dapat mendeteksi secara dini jika ada yang ingin meng-hack jaringannya.
·         Ada baiknya juga jika Sony mempekerjakan seorang atau beberapa orang hacker profesional. Hal ini mungkin dapat membantu, karena tidak ada yang lebih tahu bagaimana hacker bekerja kecuali hacker itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar